Selasa, 28 Februari 2012

Mengubah Puisi Menjadi Prosa

Memparafrasekan puisi artinya mengubah puisi menjadi bentuk prosa/narasi tanpa mengurangi inti/makna puisi tersebut. Langkah termudah adalah dengan menyisipkan beberapa kata di antara dua kata dalam puisi sehingga menjadi bentuk prosa/narasi yang logis dan lebih mudah dipahami.
Contoh : memparafrasekan puisi “Karangan Bunga” karya Taufik Ismail.
Karangan Bunga

Tiga anak kecil
dengan langkah malu-malu
datang ke Salemba
sore itu
Ini dari kami bertiga
pita hitam
pada karangan bunga
sebab kami ikut berduka
pada kakak
yang ditembak mati
siang tadi
Karangan Bunga (paraphrase)

(ada) tiga anak kecil
(berjalan) dengan langkah malu-malu
(datang) ke Salemba
(pada) sore itu
Ini dari kami bertiga(kata mereka)
(sebuah) pita hitam
(disematkan) pada karangan bunga
sebab kami (merasa) ikut berduka
pada kakak (kami)
yang ditembak (hingga) mati
(pada) siang tadi.
Sekedar contoh cara penulisan parafrase puisi ‘Karangan Bunga’ adalah sebagai berikut :
Ada tiga anak kecil berjalan dengan langkah malu-malu. Mereka datang ke Salemba pada sore itu. “Ini dari kami bertiga” kata mereka. Sebuah pita hitam disematkan pada karangan bunga, sebab kami merasa ikut berduka pada kakak kami yang ditembak  hingga mati pada siang tadi.
Pembelajaran paraphrase puisi perlu latihan dan latihan. Karena semakin banyak berlatih perasaan dan penghayatan terhadap isi/makna sebuah puisi akan semakin terasah. Hal ini amat berperan dalam proses memparafrasekan sebuah puisi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar